Oleh: Hasan Ridwan
Hamba mohon maaf
Bekal hamba ternyata belum cukup
Kubangun istana itu
Tanpa pondasi agama
Hanya egoku
Kujawab tantangan itu
Tanpa pedulikan-Mu
Yang ada hanyalah aku
Ya Allah,
Bagaimana seharusnya hamba?
Ampuni hambamu yang sungguh hina
Bergelimang dosa, korban ambisi dunia
Ya Allah,
Hamba mohon padamu
Bukakan jalan hamba
Menuju ke arah-Mu
Ya Allah,
Hanya kepada Engkau
Harusnya kepada Engkau
Kenapa aku tidak menuju Engkau!?
02102010 - "Ya Allah"
02102010 - "
"Jika sudah bertekad maka bertawakallah!". Kuyakin mereka tak akan percaya. Tapi bukan itu yang aku cari. Semoga Allah membukakan jalan yang terbaik. Laa haula wala quwata illa billah.
Minggu, 03 Oktober 2010
BICARA
Oleh: Hasan Ridwan
Selama ini tak bicara
Bukan berarti tak ada
Entah apa yang ada
Hanya Tuhan yang pasti bicara
Akankah bicara?
Mungkinkah?
Jika tak bicara?
Aku tak pantas lagi bicara!
02102010 - "Akankah bicara?"
Selama ini tak bicara
Bukan berarti tak ada
Entah apa yang ada
Hanya Tuhan yang pasti bicara
Akankah bicara?
Mungkinkah?
Jika tak bicara?
Aku tak pantas lagi bicara!
02102010 - "Akankah bicara?"
DIA
Oleh: Hasan Ridwan
Bagaimana dia?
Itu memang kendala
Tak adil untuk dia
Padahal semua ulah kita!
Sayang,
Maafkan ayah
Ayah bukan idola
Maafkan
Aku bingung
Aku pusing
Aku sesak
Aku marah
Dia,
Adalah cinta kita
Masihkah ada cinta itu?
Aku tak tahu kata cinta
Dia,
Kita berat karena dia
Seharusnya tak cuma dia
Tapi agama yang kita jaga
02102010 - "Gimana Dia?"
Bagaimana dia?
Itu memang kendala
Tak adil untuk dia
Padahal semua ulah kita!
Sayang,
Maafkan ayah
Ayah bukan idola
Maafkan
Aku bingung
Aku pusing
Aku sesak
Aku marah
Dia,
Adalah cinta kita
Masihkah ada cinta itu?
Aku tak tahu kata cinta
Dia,
Kita berat karena dia
Seharusnya tak cuma dia
Tapi agama yang kita jaga
02102010 - "Gimana Dia?"
TAK ADA AKU
Oleh: Hasan Ridwan
Mungkin lebih bebas
Kamu tak bicara lepas
Semoga terbebas
Bicara lebih lepas
Jika tak ada apa-apa
Kenapa kehabisan kata?
Sungguh tak biasa
Matamu tak bisa berdusta
Tak ada aku
Tak perlu aku
Tak harus aku
Mungkin bukanlah aku
Teringat kembali catatan itu
Bukan untukku tetapi karena aku
"Terasa nyaman disisimu"
Sungguh berbeda, jelas sekali, bukan denganku
02102010 - "Mungkin benar bukanlah aku!!"
Mungkin lebih bebas
Kamu tak bicara lepas
Semoga terbebas
Bicara lebih lepas
Jika tak ada apa-apa
Kenapa kehabisan kata?
Sungguh tak biasa
Matamu tak bisa berdusta
Tak ada aku
Tak perlu aku
Tak harus aku
Mungkin bukanlah aku
Teringat kembali catatan itu
Bukan untukku tetapi karena aku
"Terasa nyaman disisimu"
Sungguh berbeda, jelas sekali, bukan denganku
02102010 - "Mungkin benar bukanlah aku!!"
BAIK DAN BAIK
Oleh: Hasan Ridwan
Ku mulai dengan baik
Mungkinkah berakhir baik?
Akankah ini jalan terbaik?
Kuharapkan berjalan baik
Jika kita sudah tak sama
Untuk apa terus bersama?
Sepertinya kau mulai berubah?
Entah apa yang berbeda!
Sekarang aku harus bicara
Tak ada makna tanpa bicara
Jika sudah tak ada cinta
Aku tak bisa terus memaksa
02102010 - "Telepon itu?"
Ku mulai dengan baik
Mungkinkah berakhir baik?
Akankah ini jalan terbaik?
Kuharapkan berjalan baik
Jika kita sudah tak sama
Untuk apa terus bersama?
Sepertinya kau mulai berubah?
Entah apa yang berbeda!
Sekarang aku harus bicara
Tak ada makna tanpa bicara
Jika sudah tak ada cinta
Aku tak bisa terus memaksa
02102010 - "Telepon itu?"
SALWA
Oleh: Hasan Ridwan
Buah hatiku
Kebanggaanku
Maafkan ayah
Mengecewakanmu
Mungkin kau benar
Ayah tak sama
Mereka berbeda
Haruskah bukan ayah!?
Tapi Salwa,
Sesungguhnya bukan itu
Ayah pernah membaca
Tak mesti sama
Salwa,
Itu bukan utama
Mereka boleh berbangga ria
Mereka memang lebih dari kita
Tapi Salwa,
Jalan mereka tidaklah sama
Tak pantas menghalalkan cara
Hanya untuk kenikmatan dunia
Salwa,
Ada HALAL dan HARAM
HALAL menjadi berkah
HARAM menjadi musibah
Salwa,
Jika HARAM yang ayah bawa
Yang kau makan menjadi HARAM
Darah yang mengalir di tubuhmu pun menjadi HARAM
Salwa,
Tak mesti sama
Ayah akan terus mencoba
Merncari jalan dengan membaca
Salwa,
Dulu ayah tak sama
Kamu harus berbeda
Agar bahagia, tidak hanya di dunia
02102010 - "Untuk Salwa, anakku"
Buah hatiku
Kebanggaanku
Maafkan ayah
Mengecewakanmu
Mungkin kau benar
Ayah tak sama
Mereka berbeda
Haruskah bukan ayah!?
Tapi Salwa,
Sesungguhnya bukan itu
Ayah pernah membaca
Tak mesti sama
Salwa,
Itu bukan utama
Mereka boleh berbangga ria
Mereka memang lebih dari kita
Tapi Salwa,
Jalan mereka tidaklah sama
Tak pantas menghalalkan cara
Hanya untuk kenikmatan dunia
Salwa,
Ada HALAL dan HARAM
HALAL menjadi berkah
HARAM menjadi musibah
Salwa,
Jika HARAM yang ayah bawa
Yang kau makan menjadi HARAM
Darah yang mengalir di tubuhmu pun menjadi HARAM
Salwa,
Tak mesti sama
Ayah akan terus mencoba
Merncari jalan dengan membaca
Salwa,
Dulu ayah tak sama
Kamu harus berbeda
Agar bahagia, tidak hanya di dunia
02102010 - "Untuk Salwa, anakku"
BAGAIMANA?
Oleh: Hasan Ridwan
Kalaupun sudah tak sama
Aku ikhlas
Tak bisa terus memaksa
Mungkin jalan kita sudah berbeda
Mungkin bukan aku
Meski aku terus memaksa
Untuk apa tetap bertahan?
Di hatimu sudah bukan aku
Biar kurasakan
Apa yang pernah kau rasakan
Biar kujalani
Apa yang pernah kau alami
Bagaimana?
Aku yang maju?
Atau kamu?
Aku ikhlas saja
Kuharap yang terbaik
Untukmu dan masa depanmu
Jangan pedulikan aku
Biar kujalani hukumanku
02102010 - "Bagaimana?"
Kalaupun sudah tak sama
Aku ikhlas
Tak bisa terus memaksa
Mungkin jalan kita sudah berbeda
Mungkin bukan aku
Meski aku terus memaksa
Untuk apa tetap bertahan?
Di hatimu sudah bukan aku
Biar kurasakan
Apa yang pernah kau rasakan
Biar kujalani
Apa yang pernah kau alami
Bagaimana?
Aku yang maju?
Atau kamu?
Aku ikhlas saja
Kuharap yang terbaik
Untukmu dan masa depanmu
Jangan pedulikan aku
Biar kujalani hukumanku
02102010 - "Bagaimana?"
Langganan:
Postingan (Atom)